Abdominal Migrain (Migrain Perut): Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Abdominal Migrain (Migrain Perut): Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Apa Itu Abdominal Migrain?

Abdominal Migrain (Migrain Perut) adalah kondisi medis yang ditandai dengan nyeri perut berulang tanpa penyebab yang jelas, sering disertai mual, muntah, dan kehilangan nafsu makan.
Berbeda dari migrain biasa yang menyerang kepala, migrain perut menyerang area tengah perut (sekitar pusar) dan umumnya terjadi pada anak-anak usia 5–15 tahun, terutama mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan migrain kepala.

Walaupun lebih sering terjadi pada anak, orang dewasa juga bisa mengalami migrain perut, terutama mereka yang mengalami stres kronis atau gangguan sistem saraf otonom.

Gejala Abdominal Migrain yang Perlu Diwaspadai

Gejalanya sering muncul secara tiba-tiba dan bisa berlangsung antara 1 hingga 72 jam. Beberapa tanda umum meliputi:

  • Nyeri di bagian tengah atau sekitar pusar
  • Mual dan muntah berulang
  • Wajah tampak pucat atau lesu
  • Kehilangan nafsu makan
  • Sensasi tidak nyaman di perut bagian atas
  • Gangguan konsentrasi dan lemas setelah serangan

Kadang, setelah serangan selesai, anak atau penderita merasa lelah dan mengantuk, mirip dengan “fase pasca-migrain” pada migrain kepala.


Rekomendasi Untukmu : Abses Anus: Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Penanganannya

Penyebab Abdominal Migrain

Hingga kini, penyebab pasti abdominal migrain belum sepenuhnya diketahui. Namun, para ahli menduga bahwa kondisi ini berkaitan dengan aktivitas kimia otak dan sistem saraf pencernaan.

Beberapa faktor pemicu umum meliputi:

  1. Stres emosional atau kelelahan berlebihan
  2. Kurang tidur atau pola tidur tidak teratur
  3. Perubahan hormon (terutama pada remaja)
  4. Makanan tertentu, seperti cokelat, keju, makanan berlemak, atau minuman berkafein
  5. Riwayat keluarga yang memiliki migrain kepala
  6. Sensitivitas terhadap cahaya atau suara keras

Menariknya, sistem saraf di usus dan otak memiliki hubungan erat melalui gut-brain axis, sehingga gangguan di otak bisa memengaruhi sistem pencernaan dan memicu nyeri perut migrain.

Cara Mendiagnosis Abdominal Migrain

Diagnosis abdominal migrain dilakukan berdasarkan riwayat medis, pola gejala, dan pemeriksaan fisik.
Dokter biasanya akan menyingkirkan kemungkinan penyakit lain seperti:


Rekomendasi Untukmu : Ablasi Retina: Penyebab, Gejala, dan Penanganannya

  • Infeksi saluran cerna
  • Gangguan lambung
  • Radang usus buntu
  • Intoleransi makanan

Tidak ada tes khusus untuk mendeteksi migrain perut, tetapi dokter mungkin melakukan pemeriksaan darah, urine, atau USG perut untuk memastikan tidak ada penyebab lain yang lebih serius.

Cara Mengatasi dan Mengobati Abdominal Migrain

Penanganan migrain perut melibatkan kombinasi perawatan medis dan perubahan gaya hidup. Berikut beberapa langkah yang direkomendasikan:

1. Obat dari Dokter

  • Obat antimigrain seperti propranolol atau pizotifen (dengan resep dokter)
  • Obat pereda nyeri ringan seperti paracetamol atau ibuprofen
  • Obat antimual bila muntah terjadi berulang

2. Istirahat dan Relaksasi

Pastikan penderita beristirahat di tempat tenang dan gelap, karena cahaya terang dapat memperburuk gejala.

3. Pola Makan Sehat

Hindari makanan pemicu seperti cokelat, keju tua, makanan cepat saji, dan minuman bersoda atau berkafein.

4. Manajemen Stres

Latihan pernapasan, yoga ringan, atau meditasi bisa membantu menenangkan sistem saraf dan mencegah kambuhnya migrain.

5. Catat Pola Serangan

Buat “buku harian migrain” untuk mencatat kapan dan setelah apa gejala muncul. Ini membantu dokter menemukan pemicu spesifik Anda.

Apakah Abdominal Migrain Bisa Sembuh?

Kabar baiknya, abdominal migrain biasanya berkurang atau hilang dengan bertambahnya usia.
Namun, sekitar 70% penderita anak-anak akan mengalami migrain kepala di masa dewasa.
Dengan penanganan dini dan manajemen yang tepat, gejala dapat dikendalikan dan kualitas hidup penderita tetap terjaga.

Pencegahan Abdominal Migrain

Untuk mencegah serangan berulang, lakukan beberapa langkah sederhana berikut:

  • Tidur cukup dan teratur
  • Makan dengan jadwal tetap
  • Hindari makanan pemicu
  • Kurangi stres
  • Rutin berolahraga ringan
  • Hindari paparan cahaya terlalu terang atau suara keras

Kesimpulan

Abdominal Migrain (Migrain Perut) adalah gangguan yang sering disalahartikan sebagai sakit perut biasa.
Namun, dengan pengenalan gejala, diagnosis yang tepat, dan gaya hidup sehat, kondisi ini dapat dikelola dengan baik.
Jika anak atau Anda sering mengalami nyeri perut berulang tanpa sebab jelas, segera konsultasikan dengan dokter spesialis saraf atau pencernaan.

Sumber Referensi

  1. American Migraine Foundation (AMF)
    Abdominal Migraine in Children and Adults
    https://americanmigrainefoundation.org/resource-library/abdominal-migraine/
  2. Cleveland Clinic
    Abdominal Migraine: Symptoms, Causes & Treatment
    https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/21559-abdominal-migraine
  3. National Organization for Rare Disorders (NORD)
    Abdominal Migraine – Rare Disease Database
    https://rarediseases.org/rare-diseases/abdominal-migraine/
  4. Mayo Clinic
    Migraines in Children: Symptoms and Causes
    https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/migraine-headache/symptoms-causes/syc-20360201
  5. Healthline
    What Is Abdominal Migraine? Symptoms, Causes, and Treatments
    https://www.healthline.com/health/abdominal-migraine
  6. MedlinePlus (U.S. National Library of Medicine)
    Abdominal Migraine Information
    https://medlineplus.gov/ency/article/001454.htm

Leave a Reply

Your email address will not be published.Required fields are marked *