Webinar Koding Kecerdasan Artifisial 2025: Dorong Guru Kuasai Pembelajaran Berbasis AI di Era Digital

Webinar Koding Kecerdasan Artifisial 2025: Dorong Guru Kuasai Pembelajaran Berbasis AI di Era Digital

Jakarta, 13 November 2025 – Dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional (HGN) 2025, Direktorat Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), menyelenggarakan kegiatan bertajuk Webinar Koding Kecerdasan Artifisial (KA). Acara ini dirancang khusus untuk meningkatkan kompetensi digital guru, sekaligus mendorong para pendidik agar siap menghadapi perubahan zaman melalui pemanfaatan teknologi dan pembelajaran berbasis AI.

Penyelenggaraan webinar ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam memperkuat kapasitas guru, terutama dalam menguasai kecerdasan buatan untuk guru sebagai alat bantu inovatif dalam proses pembelajaran modern.


Transformasi Guru di Era Digital Melalui Koding Kecerdasan Artifisial

Perkembangan teknologi digital yang begitu cepat menuntut guru untuk tidak hanya memahami perangkat ajar konvensional, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi mutakhir. Melalui Webinar Koding Kecerdasan Artifisial, para pendidik dari seluruh Indonesia dibekali wawasan dan praktik baik tentang bagaimana pemanfaatan AI dalam pendidikan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran.


Lihat Juga : Jadwal Resmi Pencairan TPG Sertifikasi Guru Triwulan 4 2025 Cair November! Cek Mekanisme Baru & Syarat Wajib di Info GTK

Kegiatan ini diikuti ratusan guru lintas jenjang dan wilayah, menjadikannya ruang kolaborasi dan inspirasi dalam mengembangkan kemampuan digital guru di era transformasi teknologi.


Sesi 1: Menjadi Peneliti Sejarah dengan Bantuan AI

Pada sesi pertama, Widia Utaminingsih, Guru Sejarah SMAN 1 Cianjur, Jawa Barat, membawakan praktik baik berjudul “Jurus Jitu Jadi Peneliti Sejarah dengan Kecerdasan Buatan.” Materi ini menekankan bahwa AI bukan lagi ancaman, justru menjadi alat bantu yang powerful untuk menciptakan pembelajaran yang lebih kritis, kreatif, dan bermakna.

Widia mempraktikkan bagaimana siswa dapat menggunakan teknologi seperti Gemini dan ChatGPT untuk:

  • menyusun instrumen wawancara,
  • menelusuri sumber sejarah,
  • menganalisis data,
  • dan menyajikan laporan penelitian secara mandiri.

Pendekatan ini tidak membuat siswa bergantung pada teknologi. Justru mereka dilatih menjadi peneliti yang aktif dan berpikir kritis.

“Pemanfaatan AI dalam pembelajaran sejarah membantu murid mengembangkan keterampilan berpikir kritis, analitis, dan kreatif. Teknologi seharusnya menjadi alat bantu yang memperkuat kemampuan belajar, bukan menggantikannya,” tegas Widia.

Ia juga menambahkan bahwa siswa biasanya lebih responsif ketika pembelajaran dikaitkan dengan pengalaman mereka. Dengan bantuan kecerdasan buatan, guru dapat membuat pembelajaran lebih dekat dengan konteks kehidupan sehari-hari.


Artikel Pilihan : Dampak Pendidikan Digital: Mengupas Tuntas Manfaat dan Tantangannya


Sesi 2: Belajar Algoritma dari Dapur – Koding Melalui Roti Bakar

Pada sesi kedua, Rifqi Nur Hanafi, guru SMK Negeri 1 Kendal, Jawa Tengah, menghadirkan pendekatan kreatif dengan materi berjudul “Koding dari Dapur: Saat Roti Bakar Jadi Guru Algoritma.”

Konsep yang diangkat sangat sederhana namun efektif: mengajarkan algoritma melalui aktivitas membuat roti bakar. Guru meminta siswa menuliskan langkah-langkah membuat roti bakar secara terstruktur. Ketika langkahnya salah atau tidak berurutan, hasilnya pun gagal — sebuah analogi nyata pentingnya algoritma.

Cara ini terbukti mampu:

  • meningkatkan pemahaman dasar berpikir komputasional,
  • melatih logika dan ketelitian,
  • membuat siswa memahami konsep koding tanpa rasa takut,
  • dan menghubungkan teori dengan kegiatan sehari-hari.

“Koding bukan hanya soal menulis program komputer. Koding adalah cara berpikir logis, sistematis, dan kreatif,” jelas Rifqi.
“Jika murid bisa menerapkan logika itu dalam kehidupan sehari-hari, berarti mereka sudah memahami dasar berpikir komputasional.”

Pendekatan ini sejalan dengan konsep pembelajaran berbasis AI yang menempatkan teknologi sebagai alat untuk memperkuat kemampuan berpikir, bukan sebagai pengganti proses belajar.


Artikel Pilihan : Kemendikdasmen Resmi Umumkan Hasil TKA SMA, SMK, MA, dan Paket C Tahun 2025


Webinar Koding KA, Momentum Penting bagi Guru Indonesia

Kegiatan Webinar Koding Kecerdasan Artifisial ini tidak hanya menjadi perayaan HGN 2025, tetapi juga momentum penting untuk meneguhkan komitmen para pendidik dalam menghadapi tantangan zaman. Dengan semakin meluasnya pemanfaatan AI dalam pendidikan, guru perlu terus meningkatkan kompetensinya agar mampu:

  • menciptakan pembelajaran yang adaptif,
  • menggunakan teknologi untuk memperkuat budaya literasi digital,
  • dan mempersiapkan generasi muda menghadapi dunia yang semakin digital.

Peringatan Hari Guru Nasional 2025 menjadi pengingat bahwa guru memiliki peran penting dalam membimbing, mengarahkan, dan memfasilitasi siswa. Dengan penguasaan teknologi kecerdasan buatan, para guru dapat menghadirkan pembelajaran yang lebih relevan, inspiratif, dan sesuai kebutuhan zaman.

Webinar ini memperlihatkan semangat guru Indonesia untuk terus belajar, berkembang, dan berinovasi. Inilah wujud konkret dari semangat belajar sepanjang hayat — tidak hanya untuk siswa, tetapi juga untuk guru.

Sumber: Kemdikbud.go.id

Leave a Reply

Your email address will not be published.Required fields are marked *