

Review Rabbit R1: Revolusi Asisten AI di Saku Anda, atau Sekadar Hype?
Dunia teknologi, terutama di ranah Kecerdasan Buatan (AI), berdengung kencang sejak awal tahun 2024. Di tengah riuhnya model bahasa baru dan software canggih, muncul sebuah perangkat fisik kecil berwarna oranye terang yang mencuri panggung: Rabbit R1.
Diperkenalkan di CES 2024, R1 terjual habis dalam hitungan hari. Puluhan ribu unit ludes dipesan. Klaimnya begitu ambisius: sebuah perangkat standalone yang ditenagai AI, yang tidak hanya menjawab pertanyaan, tetapi melakukan berbagai hal untuk Anda. Ia menjanjikan masa depan di mana kita tidak perlu lagi membuka lusinan aplikasi.
Rekomendasi Untukmu : Review Seri Samsung Galaxy S25: Inovasi Flagship Terbaru
Setelah beberapa bulan digunakan oleh publik dan reviewer di seluruh dunia, kini saatnya kita membedah: apakah Rabbit R1 benar-benar sebuah revolusi, atau hanya produk yang terjebak dalam hype-nya sendiri?
Apa Sebenarnya Rabbit R1?
Penting untuk dipahami, Rabbit R1 bukanlah pengganti smartphone. Ia adalah kategori produk baru yang disebut sebagai “AI companion” atau asisten AI saku.
Perangkat ini dirancang oleh perusahaan startup, Rabbit, dan memiliki desain retro-futuristik yang ikonik berkat kolaborasi dengan firma desain legendaris, Teenage Engineering. Inti dari R1 bukanlah layarnya yang kecil atau kameranya yang berputar, melainkan software di dalamnya: Rabbit OS dan teknologi yang mereka sebut Large Action Model (LAM).
Berbeda dengan Large Language Model (LLM) seperti ChatGPT yang memproses bahasa, LAM dirancang untuk memahami dan melakukan tindakan di berbagai aplikasi web. Teorinya, Anda bisa menyuruh R1 (dengan suara) untuk “pesankan Uber ke bandara,” “mainkan lagu Taylor Swift di Spotify,” atau “cari resep pasta dan tambahkan bahan-bahannya ke keranjang belanja.” R1 akan melakukannya tanpa Anda perlu menyentuh aplikasi tersebut.
Jangan Lewatkan : Review ASUS Zenfone 12 Ultra: Smartphone AI dengan Kamera Canggih, Flagship Terbaru 2025
Desain dan Kesan Pertama: Sebuah Mainan yang Indah
Tidak ada yang bisa menyangkal satu hal: Rabbit R1 adalah perangkat yang sangat menarik secara visual.
- Desain: Kotak kecil seukuran tumpukan post-it, dengan warna oranye ngejreng (Leuchtorange) yang mustahil diabaikan.
- Kualitas Bahan: Terasa solid di genggaman, meski sepenuhnya terbuat dari plastik. Terasa premium, namun juga seperti mainan canggih.
- Interaksi: Tidak ada homescreen penuh ikon. Anda berinteraksi utamanya melalui tombol Push-to-Talk (PTT) di samping. Anda tekan, bicara, lalu lepaskan.
- Fitur Unik: Roda scroll analognya sangat memuaskan untuk digunakan, dan kamera berputarnya (dijuluki “Rabbit Eye”) adalah sentuhan jenius. Kamera ini bisa menghadap ke depan untuk selfie atau ke belakang untuk memindai objek di dunia nyata.
Secara desain, Rabbit R1 adalah sebuah kemenangan. Ia fun, taktil, dan tidak terasa seperti smartphone lain yang membosankan.
Performa: Janji vs. Realita
Di sinilah letak inti dari kontroversi Rabbit R1. Perangkat ini hidup dan mati berdasarkan kemampuannya menepati janji “Large Action Model”. Sayangnya, di sinilah ia paling sering tersandung.
Apa yang Bekerja dengan Baik?
- Perintah Suara Dasar: Untuk hal-hal yang setara dengan Google Assistant atau Siri, R1 bekerja cukup baik. Menanyakan cuaca, konversi mata uang, atau fakta umum berjalan lancar.
- Fitur Visi (Kamera): Mengarahkan kamera ke sebuah gedung dan bertanya “Ada apa di depan saya?” atau memotret isi kulkas dan bertanya “Saya bisa masak apa?” adalah fitur yang paling impresif dan berfungsi.
- Pemutar Musik: Integrasi dengan Spotify bekerja relatif mulus. Meminta lagu atau playlist spesifik dapat dilakukannya.
Apa yang Gagal (atau Setengah Matang)?
- Large Action Model (LAM): Fitur utama yang dijanjikan—memesan Uber, Doordash, atau berbelanja—adalah bencana kecil saat peluncuran. Fitur-fitur ini sering gagal, sangat lambat, atau belum tersedia. Janji “satu perintah untuk semua” masih jauh dari kenyataan.
- Kecepatan: Perangkat ini sering terasa lambat. Waktu tunggu antara perintah suara dan eksekusi seringkali jauh lebih lama daripada jika Anda mengeluarkan ponsel dan melakukannya sendiri. Ini adalah “pembunuh” utama dari kegunaan R1.
- Daya Tahan Baterai: Untuk perangkat yang dimaksudkan sebagai “asisten,” daya tahan baterainya sangat buruk. Penggunaan intensif seringkali tidak membuatnya bertahan seharian penuh.
- Kontroversi “Hanya Aplikasi Android”: Belakangan terungkap bahwa Rabbit OS pada dasarnya berjalan di atas Android, dan banyak fiturnya “hanyalah” sebuah aplikasi. Ini sedikit mencederai citra “OS revolusioner” yang mereka bangun.
Kelebihan dan Kekurangan Rabbit R1
| Kelebihan (Pros) | Kekurangan (Cons) |
| ✅ Desain ikonik dan sangat stylish. | ❌ Performa AI sangat lambat dan tidak konsisten. |
| ✅ Konsep LAM yang sangat ambisius. | ❌ Fitur utama (pemesanan, dll) sering gagal atau belum ada. |
| ✅ Interaksi PTT dan scroll wheel terasa memuaskan. | ❌ Daya tahan baterai sangat buruk. |
| ✅ Fitur visi AI melalui kamera berputar sangat berguna. | ❌ Ketergantungan penuh pada koneksi internet (Wi-Fi/4G). |
| ✅ Harga relatif terjangkau ($199) untuk sebuah hardware baru. | ❌ Seringkali lebih lambat daripada menggunakan smartphone. |
Verdict: Siapa yang Sebenarnya Butuh Rabbit R1?
Setelah semua hype mereda, Rabbit R1 terasa seperti produk generasi pertama yang brilian namun belum matang. Ia adalah sebuah visi masa depan yang indah, yang sayangnya dirilis terlalu cepat.
Ide tentang asisten AI yang proaktif dan dapat melakukan sesuatu untuk kita adalah masa depan yang kita semua inginkan. Rabbit R1 memberi kita gambaran sekilas tentang masa depan itu. Namun, dalam praktiknya saat ini, R1 adalah perangkat yang menjanjikan bulan tetapi nyaris tidak bisa melompat.
Apakah Anda harus membelinya?
- Untuk Penggemar Teknologi (Tech Enthusiast) & Kolektor: Ya. Ini adalah perangkat unik yang akan dikenang sebagai salah satu eksperimen AI paling berani di era ini. Desainnya saja sudah layak dikoleksi.
- Untuk Pengguna Rata-rata:Sama sekali tidak. Perangkat ini akan lebih sering membuat Anda frustrasi daripada membantu. Ponsel Anda saat ini jauh lebih cepat dan lebih andal untuk 99% tugas.
Rabbit R1 adalah mainan yang sangat mahal dan menarik, tetapi belum menjadi alat yang bisa diandalkan. Untuk saat ini, simpan uang Anda dan tunggu generasi kedua, atau tunggu hingga smartphone Anda mengadopsi fungsionalitas serupa.













